Selasa, 19 April 2011

Part 2 (diperkenalkan) Chapter 1

Mereka diperkenalkan:
Derin Nafisa Ulfah. Panggil saja dia “inyong”. Haha.. sebuah gurauan sayang dari saya dan mereka kepada dia (salah satu dari mereka). Sebutan itu sudah bertahun-tahun menjadikannya image yang spesial dan melekat pada dirinya. Dia seorang gadis, sama seperti mereka (bukan saya). Dia punya gaya, punya tinggi, punya selera humor sama, bahkan dia punya “pacar”. Ahmad Ardi Hardika, pacar yang sangat gadis itu banggakan (kita pun [saya dan mereka]). Sudahlah, disini saya tidak akan banyak membahas pacarnya. Tingkah kebodohan dan ketotololan yang dicerminkan dalam tindakan sangat luar biasa menempel pada dia. Tapi itu bukan sebagai sikap ataupun sifat. Hanya sebagai tindakan saja. Kami (saya dan dia yang merupakan bagian mereka) bisa disebut partner yang hebat dalam menggila. Mambuat semua tertawa, bahkan diri pembuat semua tertawa bisa ikut tertawa. Dia Moody sifat yang relatif terdapat pada setiap orang, khususnya wanita. Perubahan sifat yang drastis bisa ia ciptakan kapan saja, apalagi jika menyangkut Abank Dika (Sebutan saya dan mereka untuk pacarnya) dan mengenai uang. Derin.. gadis dewasa yang lebih penakut diantara semua. Gadis dewasa yang baik hati, ia suka memberi (menetraktir dan minta traktir[simbiosis mutualisme]). Salah satu warna bagi hidup dan kehudupan saya.

Part 1 (pengenalan)

Tertawa.. tertawa.. tertawa..

Ya, saya ingin selalu membuat orang-orang dalam kehidupan saya tertawa. Mungkin dengan membuat mereka tertawa karena saya, itu adalah sedikit imbalan bagi mereka karena mewarnai hidupku dengan bejuta-juta, bermacam-macam warna. Tertawa.. Haha.. Menyenangkan membuat dan melihat mereka tertawa. Mereka kawan sepermainan, kawan lama, kawan dulu dan sekarang, kawan nanti, kawan bertepi.

Rabu, 06 April 2011

Selamat Datang

Diakhir yang diawali perkenalan.
Senang bertemu denganmu, selamat tinggal..
Tak jelas!
Tapi.. garis lengkungan luar biasa langsung terpaku.
Dan akhir pun kembali menjadi awal.
Selamat tinggal pun menjadi selamat datang.
"Selamat datang untukmu."
Riman F. Amajida
Bandung, 27 Febuari 2011

Pagi

Pagi...
Sesuai nama, ia tentu tapi tak tentu.
Sesuai suasana, ia dingin segar ia dingin beku ia dingin.
Sesuai waktu, ia diam berjalan ia hilang.
Sesuai sesuai, ia cocok ia ingkah ia berlalu ia berotasi. kembali.
Pagi...
Mengaduk secangkir kopi.
Otak mulai menjalar.
Teringat senja.
Senja di pantai dengan harunya.
"Aku sudah tidak bisa lagi denganmu.."
Deru. Hancur. Saat berpeluk dalam linang.
Kembali pada dunia nyata!!
Arrgh.... menyeruak!
Teringat senja.
Senja di pantai dengan senja.
Pagi...
Pagi dengan senja.
Riman F. Amajida
Bandung, 27 Febuari 2011